
Ketika anak-anak atau orang dewasa duduk dengan alat musiknya untuk berlatih, mereka menikmati manfaat pendidikan dan emosional dari musik yang dapat membantu mereka dalam cara yang sering diabaikan. Pendidikan musik memiliki aspek pembelajaran sosial-emosional yang juga melampaui bidang kehidupan lainnya.
Pembelajaran Sosial Emosional (SEL)
SEL adalah konsep yang mendunia, mulai dari kursus di dalam kelas hingga kursus online https://www.useyourear.com/. Tujuan SEL adalah membantu orang mengembangkan:
- Kontrol diri
- Kesadaran diri
- Kemampuan interpesonal
Ketika siswa dalam bidang apa pun, baik yang mempelajari sains atau musik, mempelajari keterampilan sosial yang kuat, mereka dapat membawa sifat-sifat ini ke luar kelas. Mengatasi tantangan sehari-hari menjadi lebih mudah ketika SEL menjadi titik fokus kurikulum.
SEL menawarkan keterampilan dasar yang memungkinkan anak-anak dan orang dewasa unggul dalam tiga bidang utama kehidupan:
- Bersosialisasi dengan teman, keluarga, dan guru
- Secara akademis untuk membantu mereka memaksimalkan pendidikannya
- Secara profesional untuk memungkinkan mereka unggul dalam karir mereka
Penelitian SEL menunjukkan bahwa prestasi akademik meningkat 13% dengan SEL, dan 79% pengusaha setuju bahwa kualitas-kualitas ini adalah yang paling penting dalam kesuksesan karier seseorang.
Konsep SEL mencakup lima kompetensi utama: kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan hubungan, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Pendidik harus beradaptasi dan menyesuaikan proses pembelajarannya untuk menerapkan SEL secara alami dan organik.
Beberapa cara guru mempromosikan SEL meliputi:
- Menyegmentasikan siswa ke dalam kelompok dan memungkinkan mereka mendelegasikan tugas bersama
- Mengajari pelajar cara menetapkan tujuan dan memetakan kemajuan mereka, seperti mempelajari akord baru atau mampu menafsirkan musik pada tingkat yang lebih tinggi
- Dan lain-lain
Jika guru dalam disiplin ilmu apa pun menemukan cara untuk menerapkan SEL, hal ini akan menciptakan lingkungan yang aman bagi siswa untuk belajar dan sejahtera.
SEL dan Musik
Pendidikan musik dapat membantu anak-anak mengembangkan keterampilan belajar sosial-emosional, yang telah ditunjukkan melalui studi tentang musik dan pembelajaran.
Pendidik musik dapat mendorong pengembangan keterampilan SEL dalam beberapa cara:
- Dorong siswa untuk menetapkan tujuan musik
- Hadapi dan atasi kecemasan kinerja
- Memberikan solusi kepada siswa atau kelompok untuk memperbaiki kesalahannya sendiri
- Bantu siswa memahami bagaimana musik dapat digunakan untuk mendorong perubahan sosial
Membuat dan memainkan musik adalah praktik ekspresi diri, kreativitas, dan kepemimpinan. Melalui pendidikan musik, siswa dapat menjadi lebih sadar diri dan sosial, yang akan membantu mereka menghadapi dan mengatasi tantangan di kemudian hari.
Pengembangan keterampilan SEL dapat dilakukan melalui musik. Tidak perlu mengambil waktu jauh dari pengajaran. Misalnya:
- Mintalah siswa melakukan penilaian diri atas penampilan mereka. Mengambil pendekatan ini akan mendorong refleksi diri dan membantu siswa belajar bagaimana menilai kemampuan mereka.
- Gunakan perintah berbasis SEL. Misalnya, tanyakan kepada siswa: tujuan musik apa yang Anda miliki minggu ini? Anda dapat mengajukan pertanyaan lain kepada siswa yang mendorong refleksi diri, seperti: menurut Anda apa kekuatan dan kelemahan musikal Anda?
- Bantulah siswa mengekspresikan perasaan mereka untuk mengartikulasikan emosi mereka dengan lebih baik.
Melalui pendidikan musik, siswa dapat mengembangkan keterampilan SEL untuk membantu mereka menghadapi tantangan dengan lebih percaya diri. Tujuannya adalah untuk menciptakan ruang di mana siswa dapat mengekspresikan diri mereka secara terbuka dan tanpa menghakimi sambil membantu memperkuat suara siswa untuk pemberdayaan yang lebih besar.
Dalam Kesimpulan
Pendidikan musik berkembang dengan cara-cara baru dan menarik bagi guru untuk membantu siswanya unggul. SEL dan musik berjalan bersama secara alami, memungkinkan guru membantu siswa mengekspresikan perasaan dan emosi mereka serta melakukan penilaian diri.
Ketika siswa lebih sadar diri dan didorong oleh refleksi diri, mereka akan unggul dalam musik dan kehidupan profesional mereka.
Guru di seluruh dunia harus berupaya memasukkan pembelajaran sosial-emosional ke dalam kurikulum mereka untuk pelajar segala usia.







